Pecah Rekor 20 Tahun! Harga Karet Kuansing Tembus Rp20 Ribuan per Kg, Tapi Petani Malah Banyak yang Switch ke Sawit?

Tuah Sejawat.com – TELUK KUANTAN — Kabar gembira sekaligus bikin plot twist nih buat dunia komoditas Riau! Harga Bahan Olahan Karet (bokar) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) lagi menunjukkan tren positif yang bener-bener slay. Minggu ini, harga karet sukses meroket sampai Rp20.459 per kilogram, yang mana ini adalah angka tertinggi dalam dua dekade atau 20 tahun terakhir! Rekor baru fix pecah!

“Alhamdulillah, harga karet di tingkat petani mencapai Rp20.459 per Kg dan ini tertinggi dalam dua puluh tahun terakhir,” konfirmasi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuansing, Andri Yama Putra, Senin (25/5/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Usut punya usut, harga fantastis ini didapat dari hasil lelang sekitar 10 ton karet oleh UPPB Maju Basamo Kopah pada Ahad (24/5/2026) malam. Kalau dibandingin sama minggu lalu, harganya naik sekitar Rp334. Lumayan banget buat nambahin isi dompet para petani karet yang masih bertahan.

Sisi Lain: Lahan Karet Makin FOMO Pindah ke Sawit

Tapi di balik harga yang lagi peak ini, ada ironi yang terjadi di lapangan, guys. Meskipun harganya makin mahal, produksi karet di Kuansing malah terus merosot dari tahun ke tahun. Kenapa? Soalnya banyak petani yang udah move on dan mengalihfungsikan lahan perkebunan karet mereka jadi perkebunan kelapa sawit yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

Berdasarkan data terakhir, luas lahan karet di Kuansing sekarang sisa sekitar 100 ribu hektare, dan angkanya diprediksi bakal terus berkurang. Bahkan, waktu pemerintah mengadakan program peremajaan karet rakyat pakai bantuan bibit gratis dari Pemprov Riau tahun lalu, ternyata peminatnya zonk alias nggak ada satu pun petani yang tertarik buat daftar.

Gaspol Hilirisasi, Mesin Sudah Ready!

Biar komoditas karet nggak punah di tanah Kuansing, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) nggak tinggal diam dan langsung ambil langkah sat-set. Mereka sekarang lagi gencar melakukan hilirisasi karet lokal. Kerennya lagi, sekarang udah ada pabrik pengolahan mandiri yang siap memproduksi produk unggulan bernilai jual tinggi kayak karet gelang sampai paving block berbahan karet.

“Program hilirisasi karet sudah berjalan, mesin sudah tersedia dan kita tinggal menunggu pelatihan produksi bagi anggota Gapoktan,” pungkas Andri Yama. Semoga program hilirisasi ini sukses besar ya, biar karet Kuansing bisa ikutan glow up dan bikin petani lokal makin sejahtera! 🪵✨

Pos terkait