Minyakita Makin Rare & Mahal, Pemko Pekanbaru Kena Spill DPRD Karena Dinilai Lambat!

Tuah Sejawat.com – PEKANBARU — Sudah hampir sebulan warga Pekanbaru dibuat pusing karena Minyakita harganya makin nggak masuk akal. Bayangin aja, harga di pasar sudah tembus Rp21 ribu sampai Rp22 ribu per liter, padahal HET resminya cuma Rp15.700. Bukannya makin stabil, stoknya malah makin ghosting dari pasaran!

Kondisi ini bikin Komisi II DPRD Kota Pekanbaru gerah. Mereka menilai Pemko Pekanbaru kurang sat-set dalam menangani masalah ini. Pas dipanggil buat hearing, ternyata terungkap kalau pemerintah daerah sendiri belum punya kendali penuh soal rantai pasokannya.

Bacaan Lainnya

“Bulog itu nggak produksi sendiri, mereka cuma nunggu kiriman dari pabrik di luar provinsi. Sekarang jatah distribusi ke RPK turun drastis, dari 50 kotak sisa 20 kotak aja sehari. Jujur, kita sendiri belum tahu penyebab produksinya seret itu kenapa,” kata anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, Jumat (8/5/2026).

Kekosongan informasi ini bikin publik makin curiga. Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar se-Pekanbaru, Indra Mulyadi, spill kalau pedagang curiga ada oknum distributor yang lagi “main” alias sengaja nahan stok barang. Tapi sayangnya, dugaan ini belum bisa dibuktiin sama Satgas Pangan maupun Disperindag.

Malahan, Kepala Disperindag Pekanbaru, Yulianis, ngaku kalau pihaknya masih clueless alias belum tahu pasti kenapa distribusinya bisa sekacau ini. Hal ini jelas bikin warga makin overthink, karena sampai sekarang belum ada solusi konkret buat nurunin harga.

DPRD sekarang lagi coba cari shortcut buat koordinasi langsung ke pemerintah pusat, soalnya masalah ini skalanya sudah nasional dan nggak bisa cuma diselesaikan di level kota aja. Sementara itu, warga cuma bisa berharap drama Minyakita ini segera end biar dompet nggak makin kering!

Pos terkait