Penemuan satu jenazah tambahan di area bencana Sumatra memperpanjang daftar duka masyarakat. Hingga Sabtu (24/1/2026), total korban jiwa akibat rentetan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai 1.201 orang.
Selain ribuan nyawa yang hilang, sebanyak 142 orang dilaporkan masih belum ditemukan. Kondisi di lapangan juga menunjukkan besarnya dampak sosial yang harus ditanggung warga, dengan 113.672 jiwa terpaksa bertahan di posko pengungsian karena kehilangan tempat tinggal mereka.
“Dalam perkembangan terkini, terdapat penambahan satu korban meninggal dunia. Sehingga total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.201 jiwa, sementara itu korban hilang sebanyak 142 jiwa,” papar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara. Selain itu, pembersihan akses jalan dan jembatan yang rusak terus digesa agar mobilitas warga dan distribusi bantuan tidak terhambat. Tim gabungan dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, hingga Polri masih berjibaku memulihkan kawasan permukiman agar layak dihuni kembali.
Mengenai sokongan kebutuhan pokok, data distribusi logistik sejak 29 November 2025 hingga 23 Januari 2026 menunjukkan total bantuan yang tersalurkan mencapai 1.763,1 ton. Logistik tersebut dikirimkan melalui berbagai jalur, mulai dari 56 sorti pesawat charter BNPB, 66 sorti pesawat Hercules, puluhan truk darat, hingga kapal laut.
“Untuk wilayah Sumatra Utara, distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan 10 truk dengan total distribusi 35,52 ton. Sementara untuk Sumatra Barat, bantuan logistik telah dikirim melalui jalur darat sebesar 6,22 ton,” jelasnya mengenai pengiriman bantuan terakhir, Jumat (23/1/2026).
Meskipun ribuan ton bantuan telah dikerahkan, ribuan warga di tenda-tenda pengungsian masih menunggu kepastian kapan mereka bisa kembali ke rumah atau menempati hunian yang lebih layak di tengah masa pemulihan yang panjang ini.





