Sebut Nasib Buruh Sekarang Cuma “Setipis Kulit Bawang” dari Zaman Perbudakan, Mahasiswa Hukum Unilak Kritik Keras Pemerintah!

TUAH SEJAWAT.COM – PEKANBARU — Pandangan kritis datang dari Samuel Kristian Sitompul, mahasiswa Prodi Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau. Samuel nge-spill fakta sejarah kalau gerakan perburuhan dunia tuh awalnya dipicu sama Revolusi Industri abad ke-18 dan 19 di Eropa dan AS. Waktu itu, kondisinya parah banget: jam kerja overwork sampai 14-16 jam sehari, tanpa jaminan keselamatan kerja, karena buruh cuma dianggap kayak “budak”. Sampai akhirnya, mereka berserikat buat menuntut hak.

Nah, plot twist-nya, Samuel melihat nasib buruh di era modern sekarang ini ternyata nggak jauh beda sama abad ke-18 lalu. Istilahnya, bedanya cuma setipis kulit bawang!

Bacaan Lainnya

Menurut dia, zaman modern ini malah sarat praktik perbudakan terselubung yang dibalut sama kemajuan teknologi IT. Kenapa bisa se-parah itu? Samuel menilai ini semua terjadi karena kurangnya keterbukaan informasi dan perhatian nyata dari pemerintah dalam melakukan pembinaan.

“Khususnya Dinas Ketenagakerjaan, dimana perhatian baik melalui pelatihan maupun seminar atau sejenisnya sedikit mengarah kepada ‘OMON-OMON’ saja,” kritik Samuel secara blak-blakan.

BLK Cuma Formalitas, Buruh Dijadikan Alat Politik

Sebagai contoh nyata, Samuel menyoroti keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang sekarang nggak berfungsi maksimal. Banyak masyarakat yang bahkan nggak tahu lokasinya di mana. Kalaupun tempatnya ada, ya cuma sekadar ada formalitas doang tapi nggak berjalan sebagaimana mestinya alias flop.

Makanya, sebagai mahasiswa hukum, Samuel mendesak pemerintah buat mulai lebih menghargai para kaum buruh. Langkah konkretnya bisa dimulai lewat sosialisasi di tingkat SMA atau bahkan sejak dini. Edukasi ini penting banget biar buruh nggak lagi dipandang sebelah mata sebagai pekerja kasar atau budak semata, dan nggak cuma dijadikan alat transaksional buat kepentingan pribadi, kelompok, apalagi komoditas politik menjelang pemilu. No more omon-omon, let’s do real action! ✊⚖️✨

Pos terkait