Imbas Proyek Tol Pekanbaru–Rengat Bikin Rumah Retak, Anggota DPRD Langsung Guard Janji HKI!

Tuah Sejawat.com- PEKANBARU — Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Rengat yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ternyata membawa dampak langsung buat warga di Kelurahan Agrowisata. Merespons kondisi yang red flag ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, langsung turun tangan buat ngawal perbaikan Jalan Pastoran dan rumah-rumah warga yang terdampak.

Kerusakan jalan raya di area tersebut dipicu sama tingginya lalu lalang kendaraan berat proyek. Nggak cuma jalan yang berlubang, warga setempat juga mengeluhkan dinding rumah mereka yang retak-retak akibat getaran alat berat pas lagi beroperasi. Keluhan ini udah langsung diteruskan ke pihak kontraktor pelaksana, yaitu PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Bacaan Lainnya

“Proyek strategis nasional harus kita dukung bersama. Namun, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan. Jalan yang rusak dan rumah warga yang terdampak harus menjadi tanggung jawab pelaksana proyek,” tegas Zulkardi, Sabtu (1/8/2026).

HKI Spill Komitmen Perbaikan, Target Pemulihan Mulai Desember! 🛠️

Komunikasi antara pihak legislatif dan PT HKI akhirnya nemu titik terang alias green flag. Lewat surat balasan resminya, PT HKI berkomitmen bakal terus merawat Jalan Pastoran selama jalur itu masih dipakai buat akses logistik proyek. Mereka juga janji bakal balikin kondisi jalan seperti sedia kala pas seluruh tahapan pekerjaan selesai.

Sesuai timeline, rencana pemulihan infrastruktur Jalan Pastoran diperkirakan mulai dieksekusi pada Desember mendatang. Sementara buat rumah-rumah warga yang retak, tim terkait bakal survey dan pendataan langsung di lapangan sebagai rujukan verifikasi perbaikan.

Janji di Atas Kertas Wajib Dikonkretkan, Nggak Boleh Ghosting

Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini ngingetin banget biar janji tertulis dari kontraktor nggak cuma jadi wacana atau ghosting doang. Beliau menegaskan bakal terus memantau prosesnya sampai clear.

“Komitmen di atas kertas harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Saya akan terus mengawasi agar perbaikan Jalan Pastoran terlaksana sesuai janji dan rumah-rumah warga yang terdampak juga memperoleh penyelesaian yang adil,” paparnya.

Bagi Zulkardi, indikator suksesnya pembangunan infrastruktur nasional itu nggak cuma diukur dari megahnya hasil fisik tol aja, tapi juga dari seberapa jauh hak-hak warga sekitar tetap dihargai dan dilindungi.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya proyek, tetapi juga dari sejauh mana hak-hak masyarakat tetap dihormati dan dilindungi,” pungkasnya.

Nah, semoga proses perbaikannya berjalan sat-set dan warga Agrowisata bisa tenang lagi ya, guys!

Pos terkait