Tuah Sejawat.com- PEKANBARU — Suasana Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan III DPRD Kota Pekanbaru mendadak hot dan dipenuhi interupsi, Rabu (29/7/2026). Anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat, Fatuhullah, melempar kritik pedas gara-gara banyaknya pejabat Pemkot Pekanbaru yang absent alias bolos, plus susahnya komunikasi sama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Padahal, rapat yang bahas Laporan Banggar soal Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ini dihadiri langsung sama Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. Tapi, Fatuhullah notice kalau nggak ada satu pun camat yang kelihatan batang hidungnya di dalam ruangan paripurna.
Kecewa Komunikasi Red Flag: “Telepon Dewan Nggak Pernah Diangkat!”
Fatuhullah menilai ketidakhadiran para pejabat wilayah dan minimnya pimpinan OPD yang datang itu nyerminin kalau komunikasi eksekutif ke legislatif lagi red flag banget. Beliau langsung minta Wawako buat nge-fix masalah ini secara serius.
“Sekali lagi kami minta kepada Datuk, masalah ini sampai sekarang kawan-kawan dewan tidak pernah diangkat teleponnya oleh OPD. Ini sudah tiga kali saya sampaikan di rapat seperti ini,” keluh Fatuhullah dengan nada geram.
Kadis PUPR Kena Call Out Langsung di Forum Resmi
Nggak cuma nyentil secara umum, Fatuhullah juga langsung call out nama Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah. Beliau ngerasa heran dan kecewa berat karena usaha anggota dewan buat nanya soal progres pembangunan selalu di-ghosting alias nggak pernah diangkat teleponnya.
“Kalau memang tidak mau mengangkat telepon anggota DPRD, jangan justru orang lain yang diangkat. Masa kami sebagai anggota dewan tidak diangkat teleponnya? Kami hanya ingin bertanya soal kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, bukan meminta proyek,” tegasnya straightforward.
Jangan Cuma Ghosting, Hargai Forum Resmi!
Bagi dewan, komunikasi yang lancar sama pimpinan OPD itu essential banget. Sebagai wakil rakyat, mereka butuh akses informasi cepat biar fungsi pengawasan dan aspirasi warga di lapangan bisa langsung di-follow up.
Mengakhiri interupsi panasnya, Fatuhullah mendesak pimpinan daerah buat ngasih teguran keras atau warning ke seluruh jajaran OPD biar lebih menghargai rapat resmi dewan.
“Tolong ini menjadi perhatian. Kehadiran kepala OPD sangat penting dalam rapat seperti ini agar komunikasi dengan DPRD berjalan baik dan persoalan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Duh, dramanya dapet banget ya! Semoga setelah di-spill di rapat paripurna ini, para pejabat Pemkot nggak hobi ghosting telepon lagi ya, guys!





