Krisis Hutan Riau: Tersisa 1,8 Juta Hektare, Ekspansi Kebun Sawit Harus Segera Dihentikan!

Tuah Sejawat – PEKANBARU — Kondisi alam di Provinsi Riau lagi masuk tahap red flag parah akibat ekspansi kebun sawit yang nggak ada habisnya. Bayangin aja, dari 5,4 juta hektare hutan, sekarang cuma tersisa sekitar 1,8 juta hektare. Sisanya? Udah berubah jadi industrial vibes alias kebun sawit semua.

Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, langsung speak up soal urgensi moratorium buat stop konversi hutan alam. Menurutnya, pemerintah harusnya lebih fokus ke hilirisasi atau bikin produk turunan biar ada added value, bukannya malah hobi nambah lahan tapi ngerusak ekosistem.

Bacaan Lainnya

“Riau ini udah ngeri banget, guys. Dari 5,4 juta hektare, sekarang sisa 1,8 juta doang. Kita butuh banget moratorium, nggak boleh lagi ada hutan yang disulap jadi sawit,” tegas Jumhur pas lagi isi kuliah umum di UIR, Senin (4/5/2026).

Nggak ketinggalan, Rocky Gerung juga kasih opini yang cukup savage. Dia menilai kerusakan alam ini terjadi karena kebijakan negara yang lebih milih “cuan” (akumulasi modal) dibanding kelestarian bumi. Rocky nyebut kondisi ini sebagai era anthropocene, di mana keserakahan manusia udah bikin bumi capek dan nggak bisa healing sendiri lagi.

Rocky juga menyoroti soal double standard dalam penegakan hukum. Seringkali masyarakat kecil yang cuma pengen survive malah kena pidana, sementara pembuat kebijakan yang bikin aturan berantakan malah aman-aman aja.

“Beban pembuktian itu harusnya ada di tangan mereka yang punya ilmu dan kuasa, bukan di pundak rakyat kecil,” tambahnya.

Harapannya, kampus-kampus nggak cuma jadi tempat belajar teori doang, tapi jadi pusat environmental ethics. Mahasiswa ditantang buat lebih kritis dan berani spill kegagalan kebijakan publik demi keadilan ruang yang lebih oke buat masa depan.

Pos terkait