Warga Kecamatan Sukajadi memanfaatkan momentum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk menumpahkan berbagai persoalan mendasar di wilayahnya. Kehadiran langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Jumat (6/3/2026), diwarnai dengan deretan keluhan terkait infrastruktur tata air yang buruk hingga lambannya penanganan fasilitas kesehatan dasar bagi masyarakat.
Krisis tata air yang memicu banjir langganan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar di kawasan tersebut. Buruknya fungsi saluran drainase dituding warga sebagai biang kerok genangan air yang kerap merendam pemukiman setiap kali hujan lebat melanda.
Tidak hanya menyoal infrastruktur fisik, publik juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kecepatan pelayanan medis. Kelambanan penanganan bagi pasien yang membutuhkan pertolongan darurat di berbagai fasilitas kesehatan setempat menjadi sorotan tajam warga yang menuntut perbaikan sistem birokrasi layanan rumah sakit dan puskesmas.
Merespons rentetan tuntutan warga tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru berjanji tidak akan tinggal diam dan memastikan jajarannya mengambil langkah taktis guna menyelesaikan persoalan yang ada. Ia menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan guna mengurai benang kusut persoalan yang mendesak tersebut.
“Kami sengaja hadir guna mendengar secara langsung aspirasi masyarakat, dan tidak hanya melihat di atas kertas,” ungkap Markarius Anwar.
Pemerintah kota mengklaim akan menjadikan keluhan layanan kesehatan dan penanganan banjir tersebut sebagai prioritas utama dalam penyusunan program kerja ke depan.
“Insyaallah ini akan kita follow up. OPD akan turun meninjau apa persoalannya,” urainya.
Ajang penjaringan aspirasi tahunan ini sekaligus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membeberkan rapor kinerja selama satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, beserta wakilnya. Sektor infrastruktur jalan diklaim menjadi salah satu fokus utama yang pencapaiannya melampaui ekspektasi. Realisasi perbaikan jalan rusak tercatat menyentuh angka 42 kilometer, melesat jauh meninggalkan target awal tahunan yang hanya dipatok sepanjang 20 kilometer.
“Kemudian kita pada tahun kemarin melakukan semenisasi jalan lingkungan 10 kilometer,” paparnya.
Di luar urusan aspal dan beton, pemerintah juga memaparkan capaian krusial di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Lebih dari seribu anak yang sebelumnya putus sekolah kini telah dikembalikan untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah demi memutus mata rantai kebodohan.
Sementara itu, langkah intervensi melalui pemenuhan gizi untuk menekan angka stunting atau tengkes pada anak di ibu kota Provinsi Riau ini juga terus digencarkan secara masif oleh instansi terkait. Menyongsong era kota cerdas terdigitalisasi, pemerintah telah menyebar akses internet secara cuma-cuma dengan menghadirkan layanan WiFi gratis di 1.000 titik ruang publik





